NILAH.COM, Bandung - Pengamat politik dan ekonomi Indonesia Faisal Basri menilai calon perseorangan akan bisa mewarnai Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Jawa Barat 2013-2018.
"Kalau Jateng saja yang harus mengumpulkan enam juta KTP untuk syarat calon perseorang bisa dan DKI Jakarta yang diwakili saya bisa, masa Jabar tidak bisa," kata Faisal di Bandung, Rabu Malam.
Faisal yang kini adalah calon Gubernur DKI Jakarta dari jalur perseorangan (independen) optimistis calon independen bisa mewarnai pesta demokrasi akbar tingkat provinsi di Jawa Barat.
Hal itu dikatakan Faisal Basri saat berkunjung ke Sekretariat Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bammus) Jabar Jalan Galunggung Kota Bandung.
Faisal berkeyakinan bahwa calon perseorangan pun bisa berlaga di pemilihan kepala daerah seperti calon yang diusung oleh partai politik.
"Menurut saya, jalur independen merupakan jalan untuk mencapai perubahan di mana rakyat Indonesia sudah apatis terhadap partai politik," kata pria yang berpasangan bersama Biem Benjamin di Pilkada DKI Jakarta ini.
Menurut dia bahwa dasar hukum untuk maju sebagai calon independen juga sudah ada, yakni putusan Mahkamah Konstitusi 2007 yang mengabulkan judicial review untuk calon dari jalur independen.
Oleh karena itu, kata dia, para calon pemimpin dari jalur independen bisa masuk ke arena politik secara langsung.
"Sekali lagi saya utarakan kalau di DKI Jakarta saja bisa dan berhasil, lalu diikuti oleh Jawa Tengah dan kalau Jateng saja bisa kenapa Jabar tidak," katanya.
Kedatangan Faisal Basri ke Sekretariat Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bammus) Jabar, seperti hendak menggalang dukungan dari masyarakat Jawa Barat, khususnya Bandung.
"Dan menurut statistik 19 persen warga Jabar tinggalnya itu di Ibu Kota Jakarta. Kemudian warga Jabar merupakan warga terbesar ketiga di DKI setelah warga Betawi," katanya.
Faisal berharap, warga Provinsi Jawa barat yang berada di daerah Jakarta mau memilihnya karena dirinya yang berprofesi sebagai dosen ekonomi Universitas Indonesia (UI) adalah satu-satunya orang Bandung yang mengikuti Pilkada DKI Jakarta.
"Tidak ada orang Jabar di sana selain saya yang mengikuti Pulgub DKI. Saya lahir di Bandung. Kakek nenek saya kuburannya di TPU Sirnaraga (Jalan Pandu Bandung) sini," kata Faisal.[ito]
REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Dewan Pimpinan Wilayah PKS dan DPD Partai Hanura Jawa Barat sepakat untuk mengusung Ahmad Heryawan sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat 2013.
"Dengan Hanura sudah ada kesepahaman untuk mengusung calon bersama-sama, yakni Pak Ahmad Heryawan sebagai cagub di Pilkada Jabar nanti," kata Ketua DPW PKS Jawa Barat Tate Qomarudin di Kota Bandung, Sabtu.
Ditemui di sela-sela acara Syukuran Milad ke-XIV PKS di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Jalan Tamansari Kota Bandung, Tate menuturkan, "koalisi" dengan Partai Hanura tersebut dilakukan guna melengkapi keterwakilan jumlah kursi PKS di legislatif jika ingin mengusung calon pada Pilkada Jabar.
"Jadi kesepakatan dengan Hanura ini juga untuk melengkapi kursi PKS di legislatif untuk Pilgub Jabar," kata Tate.
Menurut dia, pada prinsipnya PKS Jawa Barat yang memiliki 13 kursi di legislatif ingin membangun sebuah koalisi yang besar dan solid untuk Pilkada Jabar nanti.
"Prinsipnya kami ingin memperbesar koalisi dengan semuanya, baik itu dengan PDIP, Partai Demokrat atau tokoh lainnya. Dan sampai sekarang kami sudah melakukan konsolidasi tersebut," ujar dia.
Ia menambahkan, sampai saat ini hanya PKS yang sudah menentukan calon gubernur definitif untuk berlaga di Pilkada Jabar 2013.
"Setahu kami, baru PKS saja yang sudah menetapkan calon gubernur definitif untuk Pilkada Jabar," katanya.
Sementara itu, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq menyatakan setiap memperingati Milad atau hari jadi partainya tersebut , PKS selalu sedang dililit masalah.
"Akan tetapi, kondisi ini malah memperkuat partai kami karena dijadikan wadah konsolidasi. Setiap milad ada persoalan.
"Pada syukuran ke-13 di GBK (Gelora Bung Karno), kami dihadapi persoalan Bank Century. Sekarang di usia 14, kami berhadapan dengan persoalan ekonomi yang melilit negeri," tambahnya.
Lutfi mengatakan, syukuran milad tidak digelar di tingkat DPP saja namun di seluruh pelosok Indonesia secara serempak.
Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antara
Nur Mahmudi Ajak Kader PKS Genjot Popularitas Ahmad Heryawan
Senin, 06 Agustus 2012
Posted by Fahri Hidayat
OKEZONE-DEPOK- Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut hadir dalam acara Tarhib Ramadan dan Konsolidasi Kader se-Kota Depok dalam rangka memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat pada Februari 2013 mendatang.
PKS mengklaim tengah merapatkan barisan agar tak mau kalah dan berkaca pada Pemilukada DKI Jakarta.
Dalam acara tersebut juga hadir Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring dan Ketua DPW PKS Jabar, serta Ketua DPD PKS Depok. Dalam orasi politiknya, Nur Mahmudi Ismail yang juga mantan Presiden Partai Keadilan (PK) mengatakan tugas kader dan simpatisan PKS yakni bagaimana meningkatkan popularitas dan tingkat elektabilitas calon incumbent Jawa Barat yakni Ahmad Heryawan.
"Para kader dan simpatisan bisa terus tingkatkan sinergi dengan pemkot Depok, dalam pengalaman saya, sampai sekarang saja orang Depok yang belum kenal Nur Mahmudi sebagai walikota juga masih banyak, semua belum tentu kenal Ahmad Heryawan sebagai gubernur Jabar, jadi belum tentu juga," katanya dalam sambutannya di Sawangan Golf, Depok, Sabtu (14/7/2012).
Dia menambahkan kader dan simpatisan harus mampu memperbesar porsi popularitas tersebut. Serta memperkenalkan kepada masyarakat tentang sumbangsih dan kepedulian serta kinerja Ahmad Heryawan selama menjabat.
"Yang saya harapkan bagaimana kader memperbesar porsi, bagaimana kiprah Ahmad Heryawan di Jabar itu harus ditunjukkan oleh para kader, salah satunya sungguh - sungguh peduli untuk mengembangkan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur," paparnya.
Untuk di Depok, kata dia, para kader akan melakukan apa saja supaya Ahmad Heryawan makin bisa dikenal. Sebab banyak komunitas urban masa kini yang tak peduli soal pengetahuan sosial kemasyarakatan.
"Agar bisa komunikasi seluas-luasnya. Banyak komunitas kita tak peduli, saking sibuknya di dunia urban jadi enggak kenal RT, RW, apalagi sampai berpikir masalah lurah, camat, walikota dan gubernur, malah banyak yang berpikir bahwa Depok masih bagian Jakarta, terutama para new comer, simpatisan PKS agar peduli terhadap pemerintahan. Semoga bisa dilanjutkan untuk tekad semakin dekat dengan Pilgub Jabar," tandasnya.